Berliku dan Berkelok

Masih terngiang-ngiang rasanya besaran bandwidth yang saya nikmati pada saat bekerja di salah satu ISP ternama di Indonesia yang mempunyai cabang di kota Apel. Besar bandwidth yang saya nikmati sehari-hari sampai dengan 10Mbps, sehingga browsing dan download bukan lagi diiringi dengan sumpah serapah ataupun kekesalan yang kerap terucap ketika menggunakan modem Smart Fren dan AHA.

Belum cukup setengah tahun saya bekerja di ISP tersebut, dan belum cukup pula pelajaran yang saya dapat dari perusahaan tersebut. Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dengan alasan kelabakan membagi waktu antara bekerja dan kuliah. Kendati dikantor ini tidak menetapkan jam kantor, sehingga bebas mau datang kekantor jam berapa saja, namun intesitas pekerjaan terbilang cukup tinggi. Dan tentunya sang pemilik perusahaan menawarkan solusi lain agar saya tetap bertahan di perusahaan itu, namun karena keputusan dan tekad sudah bulat, maka jadilah saya seorang yang merdeka dan tidak terikat (sebagai bawahan) dengan perusahaan manapun saat ini.

Posisi yang saya emban dalam perusahaan ISP tersebut adalah sebagai tenaga marketing, karena memang posisi ini adalah posisi yang saya incar, sekalipun sangat berbeda dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan saya. Namun, dengan bermodal ambisi dan belajar yang sepenuh hati, terlebih saya sangat suka terhadap mendiang Steve Jobs. Dengan tangan dingin Steve Jobs, akhirnya Apel bisa menjadi perusahaan dengan penghasilan paling banyak sedunia pada tahun 2011 dan 2012.

Tulisan ini akan berlanjut dengan judul Ada Gurami Dibalik Jerami



0 comments:

Post a Comment